<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ir. Soekarno</title>
	<atom:link href="http://irsoekarno.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irsoekarno.wordpress.com</link>
	<description>PEJUANG SEKALIGUS PRESIDEN RI PERTAMA. DISINI AKAN MENCERITAKAN SEMUA TENTANG SOEKARNO</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Feb 2009 19:26:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irsoekarno.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ir. Soekarno</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irsoekarno.wordpress.com/osd.xml" title="Ir. Soekarno" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irsoekarno.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ir. Soekarno</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/09/ir-soekarno/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/09/ir-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 17:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 &#8211; 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia bersama dengan Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dilahirkan di Blitar, 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=48&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-49" href="http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/09/ir-soekarno/soekarno/"><img class="alignleft size-full wp-image-49" title="soekarno" src="http://irsoekarno.files.wordpress.com/2009/02/soekarno.jpg?w=155&#038;h=235" alt="soekarno" width="155" height="235" /></a>Ir. Soekarno</strong> adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 &#8211; 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia bersama dengan Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945</p>
<p><strong>Soekarno</strong> dilahirkan di <strong>Blitar, 6 Juni 1901</strong> dengan nama <strong>Kusno Sosrodihardjo</strong>. Ayahnya bernama <strong>Raden Soekemi Sosrodihardjo</strong>, Ibunya bernama <strong>Ida Ayu Nyoman Rai</strong> berasal dari Buleleng, Bali. Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">
<p align="justify">Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).<br />
Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.<br />
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.<br />
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.<br />
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.<br />
Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri.<br />
Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. hingga terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.<br />
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat &#8220;bom waktu&#8221; yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.<br />
Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta, setelah mengalami pengucilan oleh penggantinya Soeharto. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur, dan kini menjadi ikon kota tersebut, karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=48&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/09/ir-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsoekarno.files.wordpress.com/2009/02/soekarno.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soekarno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biografi Ir. Soekarno</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/biografi-ir-soekarno/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/biografi-ir-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 21:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 &#8211; 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=37&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ir. Soekarno</strong> (lahir di <a title="Kota Blitar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Blitar">Blitar</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>, <a title="6 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_Juni">6 Juni</a> <a title="1901" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901">1901</a> – wafat di <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>, <a title="21 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Juni">21 Juni</a> <a title="1970" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970">1970</a> pada umur 69 tahun) adalah <a class="mw-redirect" title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia">Presiden</a> <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> pertama yang menjabat pada periode <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a> &#8211; <a title="1966" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966">1966</a>. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali <a title="Pancasila" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila">Pancasila</a>. Ia adalah <a class="mw-redirect" title="Proklamator Kemerdekaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamator_Kemerdekaan">Proklamator Kemerdekaan</a> Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal <a title="17 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>.</p>
<p>Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 <a class="mw-redirect" title="Supersemar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Supersemar">Supersemar</a> yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh <a title="Letnan Jenderal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Letnan_Jenderal">Letnan Jenderal</a> <a title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a> untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi <a title="Gerakan 30 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September">Gerakan 30 September</a>. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto.</p>
<h2><span class="mw-headline">Latar belakang dan pendidikan</span></h2>
<p>Soekarno dilahirkan dengan nama <a class="new" title="Kusno Sosrodihardjo (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kusno_Sosrodihardjo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kusno Sosrodihardjo</a>. Ayahnya bernama <a title="Raden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raden">Raden</a> <a class="new" title="Soekemi Sosrodihardjo (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soekemi_Sosrodihardjo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Soekemi Sosrodihardjo</a>, seorang <a title="Guru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Guru">guru</a> di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama <a class="new" title="Ida Ayu Nyoman Rai (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ida_Ayu_Nyoman_Rai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ida Ayu Nyoman Rai</a> berasal dari <a title="Buleleng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buleleng">Buleleng</a>, <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> <sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno#cite_note-0">[1]</a></sup>.</p>
<p>Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di <a class="mw-redirect" title="Tulungagung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulungagung">Tulungagung</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama <a title="Oemar Said Tjokroaminoto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oemar_Said_Tjokroaminoto">Oemar Said Tjokroaminoto</a> mengajak Soekarno tinggal di <a class="mw-redirect" title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a> dan disekolahkan ke <em>Hoogere Burger School (H.B.S.)</em> di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin <a title="Sarekat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam">Sarekat Islam</a>, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi <em>Jong Java</em> (Pemuda Jawa).</p>
<p>Tamat H.B.S. tahun <a title="1920" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920">1920</a>, Soekarno melanjutkan ke <em>Technische Hoge School</em> (sekarang <a class="mw-redirect" title="ITB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ITB">ITB</a>) di <a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a>, dan tamat pada tahun <a title="1925" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925">1925</a>. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan <a class="mw-redirect" title="Tjipto Mangunkusumo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tjipto_Mangunkusumo">Tjipto Mangunkusumo</a> dan <a class="mw-redirect" title="Dr. Douwes Dekker" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dr._Douwes_Dekker">Dr. Douwes Dekker</a>, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi <a class="new" title="National Indische Partij (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=National_Indische_Partij&amp;action=edit&amp;redlink=1">National Indische Partij</a>.</p>
<h3><strong><span class="mw-headline">Keluarga Soekarno</span></strong></h3>
<dl>
<dt>Istri Soekarno</dt>
</dl>
<ul>
<li><a class="mw-redirect" title="Oetari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oetari">Oetari</a></li>
<li><a class="new" title="Inggit Garnasih (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inggit_Garnasih&amp;action=edit&amp;redlink=1">Inggit Garnasih</a></li>
<li><a title="Fatmawati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatmawati">Fatmawati</a></li>
<li><a class="new" title="Hartini (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hartini&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hartini</a></li>
<li><a title="Ratna Sari Dewi Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Sari_Dewi_Soekarno">Ratna Sari Dewi Soekarno</a> (nama asli: Naoko Nemoto)</li>
<li><a class="new" title="Haryati (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Haryati&amp;action=edit&amp;redlink=1">Haryati</a></li>
</ul>
<dl>
<dt>Putra-putri Soekarno</dt>
</dl>
<ul>
<li><a title="Guruh Soekarnoputra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Guruh_Soekarnoputra">Guruh Soekarnoputra</a></li>
<li><a title="Megawati Soekarnoputri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri">Megawati Soekarnoputri</a>, <a title="Presiden Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Republik_Indonesia">Presiden Republik Indonesia</a> masa jabatan 2001-2004</li>
<li><a class="new" title="Guntur Soekarnoputra (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Guntur_Soekarnoputra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Guntur Soekarnoputra</a></li>
<li><a class="new" title="Rachmawati Soekarnoputri (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rachmawati_Soekarnoputri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rachmawati Soekarnoputri</a></li>
<li><a title="Sukmawati Soekarnoputri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukmawati_Soekarnoputri">Sukmawati Soekarnoputri</a></li>
<li><a class="new" title="Taufan Soekarnoputra (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taufan_Soekarnoputra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taufan</a> dan <a class="new" title="Bayu Soekarnoputra (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayu_Soekarnoputra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bayu</a> (dari istri Hartini)</li>
<li><a title="Kartika Sari Dewi Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Sari_Dewi_Soekarno">Kartika Sari Dewi Soekarno</a> (dari istri <a title="Ratna Sari Dewi Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Sari_Dewi_Soekarno">Ratna Sari Dewi Soekarno</a>)</li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Masa pergerakan nasional</span></h2>
<p>Pada tahun <a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926">1926</a>, Soekarno mendirikan <em>Algemene Studie Club</em> di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal <a title="Partai Nasional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Nasional_Indonesia">Partai Nasional Indonesia</a> yang didirikan pada tahun <a title="1927" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1927">1927</a>. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember <a title="1929" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1929">1929</a>, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal <a title="31 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/31_Desember">31 Desember</a> 1931.</p>
<p>Pada bulan Juli <a title="1932" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1932">1932</a>, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus <a title="1933" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1933">1933</a>, dan diasingkan ke <a title="Flores" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores">Flores</a>. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru <a title="Persatuan Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Islam">Persatuan Islam</a> bernama <a class="new" title="Ahmad Hassan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ahmad_Hassan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ahmad Hassan</a>.</p>
<p>Pada tahun <a title="1938" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1938">1938</a> hingga tahun <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a> Soekarno diasingkan ke <a class="mw-redirect" title="Provinsi Bengkulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Bengkulu">Provinsi Bengkulu</a>.</p>
<p>Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa penjajahan Jepang</span></h2>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<div id="attachment_5" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-5" title="Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur" src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-famsukarno_fatma.jpg?w=250&#038;h=166" alt="Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur" width="250" height="166" /><p class="wp-caption-text">Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur</p></div>
<p>Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk &#8220;<em>mengamankan</em>&#8221; keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada <a title="Tiga A" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_A">Gerakan 3A</a> dengan tokohnya <a class="new" title="Shimizu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Shimizu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Shimizu</a> dan <a class="new" title="Mr. Syamsuddin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mr._Syamsuddin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mr. Syamsuddin</a> yang kurang begitu populer.</p>
<p>Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, <a title="Mohammad Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Mohammad Hatta</a> dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti <a title="Jawa Hokokai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Hokokai">Jawa Hokokai</a>, Pusat Tenaga Rakyat (<a title="Putera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Putera">Putera</a>), <a class="mw-redirect" title="BPUPKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/BPUPKI">BPUPKI</a> dan <a class="mw-redirect" title="PPKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPKI">PPKI</a>, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, <a class="mw-redirect" title="Ki Hajar Dewantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara">Ki Hajar Dewantara</a>, <a class="mw-redirect" title="Kiai Haji Mas Mansur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiai_Haji_Mas_Mansur">K.H Mas Mansyur</a> dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti <a title="Sutan Syahrir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir">Sutan Syahrir</a> dan <a class="mw-redirect" title="Amir Sjarifuddin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Sjarifuddin">Amir Sjarifuddin</a> karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.</p>
<div id="attachment_6" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-6" title="Soekarno diantara Pemimpin Dunia" src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-soekarno_diantara_pemimpin_dunia.jpg?w=250&#038;h=147" alt="Soekarno diantara Pemimpin Dunia" width="250" height="147" /><p class="wp-caption-text">Soekarno diantara Pemimpin Dunia</p></div>
<p>Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.</p>
<p>Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan <a title="Pancasila" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila">Pancasila</a>, <a class="mw-redirect" title="UUD 1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UUD_1945">UUD 1945</a> dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok <a title="Peristiwa Rengasdengklok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok">Peristiwa Rengasdengklok</a>.</p>
<p>Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang <a title="Hideki Tojo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hideki_Tojo">Hideki Tojo</a> mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar <a title="Hirohito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hirohito">Hirohito</a>. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh <a class="mw-redirect" title="Marsekal Terauchi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marsekal_Terauchi">Marsekal Terauchi</a>, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.</p>
<p>Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> membuat Soekarno dituduh oleh <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus <a title="Romusha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Romusha">romusha</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa Perang Revolusi</span></h2>
<div id="attachment_7" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-7" title="Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok." src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/300px-altar_ruang_tamu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok." width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok.</p></div>
<p>Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang <a class="mw-redirect" title="Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_kemerdekaan_Republik_Indonesia">Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia</a>. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia <a class="mw-redirect" title="BPUPKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/BPUPKI">BPUPKI</a>,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia <a class="mw-redirect" title="PPKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPKI">PPKI</a>, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.</p>
<p>Setelah menemui Marsekal Terauchi di <a title="Dalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dalat">Dalat</a>, <a title="Vietnam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam">Vietnam</a>, terjadilah <a title="Peristiwa Rengasdengklok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok">Peristiwa Rengasdengklok</a> pada tanggal <a title="16 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Agustus">16 Agustus</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>; Soekarno dan <a title="Mohammad Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Mohammad Hatta</a> dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air <a title="Peta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peta">Peta</a> Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain <a class="mw-redirect" title="Soekarni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarni">Soekarni</a>, <a title="Wikana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikana">Wikana</a>, <a class="mw-redirect" title="Singgih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singgih">Singgih</a> serta <a class="new" title="Chairul Saleh (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chairul_Saleh&amp;action=edit&amp;redlink=1">Chairul Saleh</a>. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada <a class="mw-redirect" title="Nabi Muhammad SAW" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_SAW">Nabi Muhammad SAW</a> yakni <a class="new" title="Al Qur-an (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al_Qur-an&amp;action=edit&amp;redlink=1">Al Qur-an</a>. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh <a class="mw-redirect" title="KNIP" href="http://id.wikipedia.org/wiki/KNIP">KNIP</a>.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.</p>
<p>Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir <a class="new" title="Phillip Christison (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Phillip_Christison&amp;action=edit&amp;redlink=1">Phillip Christison</a>, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara <em>de facto</em> setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan <a title="NICA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NICA">NICA</a> (<a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah <a class="new" title="Peristiwa 10 November 1945 (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peristiwa_10_November_1945&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peristiwa 10 November 1945</a> di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral <a class="mw-redirect" title="A.W.S Mallaby" href="http://id.wikipedia.org/wiki/A.W.S_Mallaby">A.W.S Mallaby</a>.</p>
<p>Karena banyak provokasi di <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a> pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.</p>
<p>Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/<em>single executive</em>). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/<em>double executive</em>. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.</p>
<p>Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi <a class="mw-redirect" title="Peristiwa Madiun 1948" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Madiun_1948">Peristiwa Madiun 1948</a> serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada <a title="Pemerintahan Darurat Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_Darurat_Republik_Indonesia">Pemerintahan Darurat Republik Indonesia</a> (PDRI) dengan ketua <a class="mw-redirect" title="Sjafruddin Prawiranegara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sjafruddin_Prawiranegara">Sjafruddin Prawiranegara</a>, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa kemerdekaan</span></h2>
<div id="attachment_8" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-8" title="Soekarno dan Joseph Broz Tito" src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-tkhsukarno_with_tito.jpg?w=250&#038;h=188" alt="Soekarno dan Joseph Broz Tito" width="250" height="188" /><p class="wp-caption-text">Soekarno dan Joseph Broz Tito</p></div>
<p>Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr <a title="Assaat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Assaat">Assaat</a>, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.</p>
<p>Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai &#8220;kabinet semumur jagung&#8221; membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai &#8220;penyakit kepartaian&#8221;. Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa <a class="new" title="17 Oktober 1952 (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=17_Oktober_1952&amp;action=edit&amp;redlink=1">17 Oktober 1952</a> dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.</p>
<div id="attachment_9" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-9" title="Soekarno dan John F Kennedy" src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-tkhsukarno_with_jfk2.jpg?w=250&#038;h=179" alt="Soekarno dan John F Kennedy" width="250" height="179" /><p class="wp-caption-text">Soekarno dan John F Kennedy</p></div>
<p>Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa <a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia">Asia</a>-<a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan <a class="new" title="Dasa Sila (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dasa_Sila&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dasa Sila</a>. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat &#8220;bom waktu&#8221; yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan <a title="Imperialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme">imperialisme</a> dan <a title="Kolonialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme">kolonialisme</a>, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden <a title="Josip Broz Tito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Josip_Broz_Tito">Josip Broz Tito</a> (<a title="Yugoslavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yugoslavia">Yugoslavia</a>), <a class="mw-redirect" title="Gamal Abdel Nasser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamal_Abdel_Nasser">Gamal Abdel Nasser</a> (<a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>), <a title="Mohammad Ali Jinnah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Ali_Jinnah">Mohammad Ali Jinnah</a> (<a title="Pakistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan">Pakistan</a>), <a title="U Nu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/U_Nu">U Nu</a>, (<a class="mw-redirect" title="Birma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Birma">Birma</a>) dan <a title="Jawaharlal Nehru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawaharlal_Nehru">Jawaharlal Nehru</a> (<a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>) ia mengadakan <a class="mw-redirect" title="Konferensi Asia Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Asia_Afrika">Konferensi Asia Afrika</a> yang membuahkan <a class="mw-redirect" title="Gerakan Non Blok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Non_Blok">Gerakan Non Blok</a>. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.</p>
<div id="attachment_10" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-10" title="Soekarno dan Jawaharlal Nehru" src="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/200px-soekarno_and_jawaharlal_nehru.jpg?w=200&#038;h=274" alt="Soekarno dan Jawaharlal Nehru" width="200" height="274" /><p class="wp-caption-text">Soekarno dan Jawaharlal Nehru</p></div>
<p>Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah <a class="mw-redirect" title="Nikita Khruschev" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nikita_Khruschev">Nikita Khruschev</a> (<a title="Uni Soviet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet">Uni Soviet</a>), <a class="mw-redirect" title="John Fitzgerald Kennedy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Fitzgerald_Kennedy">John Fitzgerald Kennedy</a> (<a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>), <a title="Fidel Castro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fidel_Castro">Fidel Castro</a> (<a title="Kuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuba">Kuba</a>), <a class="mw-redirect" title="Mao Tse Tung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mao_Tse_Tung">Mao Tse Tung</a> (<a title="Republik Rakyat Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina">RRC</a>).</p>
<p>Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia &#8220;bercerai&#8221; dengan Wakil Presiden Moh. Hatta, pada tahun 1956, akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dan puncaknya, pemberontakan G 30 S, membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat &#8220;memenuhi&#8221; cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.</p>
<h3><span class="mw-headline">Sakit hingga meninggal</span></h3>
<p>Pada tanggal <a title="19 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/19_Juni">19 Juni</a> <a title="2008" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2008">2008</a>, <a class="new" title="Pemerintah Kuba (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemerintah_Kuba&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pemerintah Kuba</a> menerbitkan <a class="mw-redirect" title="Perangko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangko">perangko</a> yang bergambar Soekarno dan presiden Kuba <a title="Fidel Castro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fidel_Castro">Fidel Castro</a>. Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan &#8220;kunjungan <a class="mw-redirect" title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia">Presiden Indonesia</a>, Soekarno, ke <a title="Kuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuba">Kuba</a>&#8220;.</p>
<h2><span class="mw-headline">Penamaan</span></h2>
<p>lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo.<sup> </sup>Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa; oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi <strong>Sukarno</strong> karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (<a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>)<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup>. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam <a class="mw-redirect" title="Proklamasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi#Teks_Proklamasi">Teks Proklamasi</a> <a class="mw-redirect" title="17 Agustus 1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus_1945">Kemerdekaan Indonesia</a> yang tidak boleh diubah.</p>
<p>Sebutan akrab untuk Ir. Soekarno adalah <strong>Bung Karno</strong>.</p>
<h3><span class="mw-headline">Achmed Soekarno</span></h3>
<p>Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis <em>Achmed Soekarno</em>. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, &#8220;Siapa nama kecil Soekarno?&#8221; karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki <a title="Marga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marga">nama keluarga</a>. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama <em>Achmed</em> di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia <a title="Bahasa Ceko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ceko">bahasa Ceko</a>, <a title="Bahasa Wales" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Wales">bahasa Wales</a>, <a title="Bahasa Denmark" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Denmark">bahasa Denmark</a>, <a title="Bahasa Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jerman">bahasa Jerman</a>, dan <a title="Bahasa Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Spanyol">bahasa Spanyol</a>.</p>
<p>Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Dan dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=37&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/biografi-ir-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-famsukarno_fatma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-soekarno_diantara_pemimpin_dunia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno diantara Pemimpin Dunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/300px-altar_ruang_tamu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-tkhsukarno_with_tito.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno dan Joseph Broz Tito</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/250px-tkhsukarno_with_jfk2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno dan John F Kennedy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dianarts.files.wordpress.com/2009/02/200px-soekarno_and_jawaharlal_nehru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno dan Jawaharlal Nehru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Wafatnya Soekarno</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/menjelang-wafatnya-soekarno/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/menjelang-wafatnya-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 21:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Berkas yang Hilang JAKARTA – Sembilan buku besar tertumpuk rapih di salah satu ruangan di rumah Rachmawati Soekarnoputri, Jl. Jati Padang Raya No. 54 A, Pejaten, Jakarta Selatan. Buku bertuliskan tangan itu berisi medical record (catatan medis) mantan Presiden Soekarno selama sakit di Wisma Yaso, Jakarta. Ada pula tujuh lembar kertas tua yang warnanya sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=30&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;">Berkas yang Hilang</span></strong></p>
<p>JAKARTA – Sembilan buku besar tertumpuk rapih di salah satu ruangan              di rumah Rachmawati Soekarnoputri, Jl. Jati Padang Raya No. 54 A,              Pejaten, Jakarta Selatan. Buku bertuliskan tangan itu berisi medical              record (catatan medis) mantan Presiden Soekarno selama sakit di              Wisma Yaso, Jakarta.<br />
Ada pula tujuh lembar kertas tua yang warnanya sudah memudar              kecokelatan. Ini juga menjadi bukti riwayat penyakit Bung Karno.              Kopnya bertuliskan Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kedokteran              Hewan Bagian Bakteriologi, Djl. Kartini 14, telpon 354, Bogor. Tapi              yang lebih membuat dahi ini berkernyit keras, nama pasien disamarkan.              Misalnya, ada yang tertera namanya Taufan (salah seorang putra              Soekarno).<br />
Menguak peristiwa yang terjadi tahun 1965-1970 itu memang tidak              mudah. Pada masa lalu membicarakan masalah ini secara terbuka              menjadi hal tabu. Maka tak heran jika sekarang banyak orang,              terutama generasi muda, tak mengetahui kebenaran sejarah tersebut.<br />
Namun kini, ketika semua mata dan seluruh perhatian tertumpah di              Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sehubungan dengan sakitnya mantan              Presiden Soeharto sejak 4 Januari 2008, rasa ingin tahu tentang masa              lalu pun kembali mengusik. Itu semata-mata karena Soeharto dan              Soekarno sama-sama mantan kepala negara.<br />
Adalah Rachmawati Soekarnoputri, putri ketiga Soekarno, yang sangat              ingin menyerahkan catatan medis ayahnya kepada pemerintah.<br />
.<br />
”Ini kalau pemerintah butuh data-data pendukung dan ingin melihat              dari segi kebenaran, bukan hanya cerita fiktif,” tutur Rachmawati              kepada SH di kediamannya, Sabtu (19/1) sore.<br />
Maklum, seorang mantan menteri Orde Baru pernah berkomentar bahwa              perlakuan terhadap Soekarno ketika sakit tidak sekejam itu. ”Saya              tak mau gegabah. Ini bukan make up story, karena Kartono Mohamad              saja (saat itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia/IDI-red), mengatakan              perawatan terhadap Bung Karno seperti perawatan terhadap keluarga              sangat miskin,” kata Rachmawati.<br />
Di sore hari itu, Rachmawati tidak sanggup bercerita banyak. Ia              hanya tersedu sedan, hal itu sudah menggambarkan betapa getir              kenangan yang dialaminya. Tetapi sebuah artikel yang pernah dimuat              SH pada 15 Mei 2006, memberikan gambaran lebih lengkap. ”Seorang              perempuan muncul di Kantor IDI di Jakarta, awal 1990-an,” demikian              kalimat pertama artikel tersebut.<br />
Perempuan itu ingin bertemu Kartono Mohamad untuk menyerahkan 10              bundel buku berisi catatan para perawat jaga Soekarno. Namun jauh              sebelum pertemuan itu, Kartono bertemu Wu Jie Ping, dokter yang              pernah merawat Soekarno di Hong Kong. Wu mengungkapkan bahwa              Soekarno ”hanya” mengalami stroke ringan akibat penyempitan sesaat              di pembuluh darah otak saat diberitakan sakit pada awal Agustus              1965, dan sama sekali tidak mengalami koma seperti isu yang beredar.<br />
Ini menepis spekulasi bahwa Soekarno tidak akan mampu menyampaikan              pidato kenegaraan pada peringatan hari proklamasi 17 Agustus 1965.              Dan nyatanya, Soekarno tetap hadir pada peringatan detik-detik              proklamasi 17 Agustus itu di Istana Merdeka, lengkap dengan tongkat              komandonya.</p>
<p>Diperiksa Dokter Hewan<br />
Setelah kembali lagi ke Jakarta, Kartono menemui Mahar Mardjono,              dokter yang tahu banyak soal stroke. Rupanya Kartono tak hanya              bercerita soal stroke, tapi juga rentetan kejadian yang dengan              sengaja menelantarkan Soekarno. Maka bundel buku yang dibawa              perempuan itu semakin menguatkan kegelisahan Kartono.<br />
Namun Indonesia di awal 1990-an, kebenaran hanya boleh ditentukan              oleh penguasa. Maka bundel buku itu hanya teronggok di meja kerja              Kartono selama bertahun-tahun.<br />
Hingga kemudian, krisis moneter meledak. Rakyat turun ke jalan dan              Presiden Soeharto, yang telah berkuasa selama 32 tahun, dipaksa              meletakkan jabatan. Indonesia berubah wajah. Kartono pun teringat              onggokan buku itu. Ia bergegas ke RSPAD, rumah sakit yang              mempekerjakan empat perawat di Wisma Yaso.<br />
Kartono berharap dapat menemukan mereka, agar bangsa Indonesia              mendapat cerita yang lengkap tentang tahun-tahun terakhir Soekarno.              Namun menemukan Dinah, Dasih, J. Sumiati, dan Masnetty ternyata              bukan hal mudah. Seorang di antara mereka meninggal, sedangkan yang              lain sudah pensiun. RSPAD pun mendadak tak memiliki file atau berkas              dari para perawat ini.<br />
Kartono kehilangan jejak. Upayanya untuk mencari medical record              Soekarno gagal. Pihak RSPAD mengatakan bahwa keluarga Soekarno telah              membawanya. Ketika ini ditanyakan kepada Rachmawati, ia hanya              geleng-geleng kepala. ”Tidak, tidak,” jawabnya lirih.<br />
Yang membuatnya semakin terenyuh, sebelum dibawa ke Jakarta,              Soekarno ditangani oleh dokter Soerojo yang seorang dokter hewan.              Jejak ini terlihat dari berkas berkop Institut Pertanian Bogor,              Fakultas Kedokteran Hewan Bagian Bakteriologi.<br />
Bahkan setelah dipindah ke RSPAD karena sakit ginjalnya semakin              parah, upaya untuk melakukan cuci darah tidak dapat dilakukan dengan              alasan RSPAD tidak mempunyai peralatan. Catatan medis juga              menyebutkan obat yang diberikan hanya vitamin (B12, B kompleks,              royal jelly) dan Duvadillan, obat untuk mengurangi penyempitan              pembuluh darah perifer.<br />
Perihal tekanan darah tinggi yang juga disebutkan dalam catatan              medis, juga menyisakan tanya pada diri Rachmawati. Setiap kali              menjenguk sang ayah dan mencicipi makanannya, masakan selalu terasa              asin. ”Saya kecewa dengan semua perawatan itu. Ini sama saja dengan              membiarkan orang berlalu,” lanjut Rachmawati.<br />
Seorang mantan pejabat di era Presiden Soekarno membenarkan              terjadinya fakta seputar masa sakit Soekarno yang tersia-sia. ”Tidak              seperti sekarang ini, perawatan terhadap Soeharto. Sangat berbeda.              Padahal seharusnya semua mantan presiden berhak dirawat secara all              out dan diongkosi oleh negara,” katanya.<br />
Purnawirawan perwira tinggi militer itu juga mengungkapkan,              perlakuan seragam terhadap Soekarno berasal dari sebuah instruksi.              ”Yang memberi instruksi ya orang yang sekarang sedang dirawat itu,”              katanya.<br />
Namun pria ini enggan dituliskan namanya. ”Wah, kalau ditulis di              koran saya pasti digangguin&#8230;,” tuturnya dengan nada serius.<strong> ( to be continue ) </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=30&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/menjelang-wafatnya-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presiden RI Pertama</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/presiden-ri-pertama/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/presiden-ri-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Video Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Ri]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Menurut saya : Dian Nurdiana Semua orang tahu bahwa presiden RI pertama adalah Ir. Soekarno dan Wakilnya adalah Moh. Hatta. Soekarno adalah sosok orang yang sangat berwibawa dan bijak. Beliau sangat kental jiwa seorang pemimpinnya. Jadi sangat pantas beliau menjadi presiden Ri. Beliau sangat dihormati dan disegani oleh semua orang baik oleh warga Indonesia ataupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=24&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya : Dian Nurdiana</p>
<p>Semua orang tahu bahwa presiden RI pertama adalah Ir. Soekarno dan Wakilnya adalah Moh. Hatta.</p>
<p>Soekarno adalah sosok orang yang sangat berwibawa dan bijak. Beliau sangat kental jiwa seorang pemimpinnya. Jadi sangat pantas beliau menjadi presiden Ri. Beliau sangat dihormati dan disegani oleh semua orang baik oleh warga Indonesia ataupun oleh Bangsa Negara lain.</p>
<p>Suara yang lantang dan sangat mengglegar itu menuntun nya dalam setiap pidato. Sampia &#8211; sampai masyarakat yang mendengarkannya pidato terharu, terkesima, dan hormat kepada belaiu. Dan wajar saja bila beliau memiliki labih dari satu seorang istri. Perempuan atau wanita mana pada zamannya yang tidak suka pada <strong>SOEKARNO </strong>yang memiliki sosok mendekati sempurna bagi seorang pemimpin Bangsa dan Negara.</p>
<p>Beliau adalah orang sangat idealisme dan teguh dalam pendiriannya. Semua yang menurut beliau benar harus dilakukan dan dilaksanakan. Itu tidak bisa ditentang oleh siapapun.</p>
<p>Secara garis besar, begitulah sosok Ir. Soekarno yang saya ketahui.</p>
<p>Ada pula video &#8211; video mengenai <strong>IR. SOEKARNO </strong>yang bisa kamu download. Klik Link berikut :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=tPxkBsy8YMs" target="_top">Ir. Soekarno</a></li>
<li><a href="http://vodpod.com/watch/950332-soekarno" target="_top"> Soekarno_1</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=tPxkBsy8YMs" target="_top"> Soekarno_2</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-XTwbzIXuhgY/soekarno/" target="_top"> Soekarno_3</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-YaL4aSbbO30/soekarno/" target="_top"> Soekarno_4</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=XMTmY-T5JOk" target="_top"> Soekarno, The Founding Father</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=RCiSBilPYg4" target="_top"> Ketika Soekarno tertawa</a></li>
<li><a href="http://www.facebook.com/video/video.php?oid=25786319907&amp;v=1042939795815" target="_top"> SOEKARNO : My Spirit, My Horizon And My Leader</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/560376/mr_soekarno_our_greatest_president/" target="_top"> Mr. Soekarno Our Greatest President</a></li>
<li><a href="http://greattube.net/video/81332/Take-off-from-soekarno-hatta-airport.html" target="_top"> Take Off From Soekarno Hatta Airport</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=f3-2QKJ3DZQ" target="_top"> Jakarta Soekarno-Hatta International Airport: Arrivals old</a></li>
<li><a href="http://www.strimoo.com/video/13887199/Soekarno-About-Ideology-Metacafe.html" target="_top"> Soekarno About Ideology</a></li>
<li><a href="http://video.google.com/videoplay?docid=4656810586142273732&amp;ei=yPONSZDBLo-kwgOi4ri9CQ&amp;q=soekarno" target="_top"> PRPKLAMASI</a></li>
<li><a href="http://video.google.com/videoplay?docid=-722824324563005567&amp;ei=5PONSdK-IommwgPdgennDg&amp;q=soekarno" target="_top"> Bung Karno &#8211; Parental House &amp; Makam in Blitar</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-4manHf7iAhg/soekarno_pidato_di_depan_rakyat_jakarta/" target="_top"> Soekarno Pidato Di Depan Rakyat Jakarta</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=b5feb-EErok" target="_top"> Apakah pidato Abdullah boleh tandingi Soekarno?</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-7aJwBiOpUks/proklamasi_soekarno/" target="_top"> Proklamasi Soekarno</a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=NKKF8-RgjzU" target="_top"> President Soekarno on the Beatles</a></li>
<li><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-OaVmvb8RSCg/soekarno_blitar/" target="_top"> Soekarno Blitar</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=24&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/presiden-ri-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bung Karno Putra Sang Fajar</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-putra-sang-fajar/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-putra-sang-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri&#8230; Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=22&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju,  		berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku.  		Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo.  		Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan  		Sultan Kediri&#8230;</p>
<p>Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas  		yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir,  		pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba.  		Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis  		otobiografinya, Cindy Adam.<br />
Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden  		Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno,  		44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih  		dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.<br />
Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku  		sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger  		School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi  		kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran  		sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang  		kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).<br />
Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS  		(Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari  		menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di  		Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit  		Ganarsih (1923).<br />
Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai  		Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia  		Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman  		penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara  		Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.</p>
<p>Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung  		Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.<br />
Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933,  		Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende,  		dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati  		(1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati  		Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.<br />
Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya  		tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di  		Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah  		Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman  		tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme,  		dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung  		Karno.<br />
Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada  		Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun  		jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi  		kemerdekaan bagi<br />
Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan  		Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945,  		membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu  		menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.<br />
Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs  		Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17  		Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln.  		Proklamasi), Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=22&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-putra-sang-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>105 Tahun Bung Karno</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/105-tahun-bung-karno/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/105-tahun-bung-karno/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Bertepatan dengan 105 tahun kelahirannya hari ini dan 35 tahun kematiannya sebentar lagi, apa kira-kira reaksi Ir Soekarno, salah satu Proklamator Republik Indonesia jika ia diberikan kesempatan untuk &#8220;bangkit kembali dari kuburnya&#8221; dan melihat situasi bangsa dan negara? Tidak salah lagi, air mata Soekarno akan mengucur tiada hentinya. Banyak sekali yang akan ditangisinya, tetapi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=20&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertepatan dengan 105 tahun kelahirannya hari ini dan  		35 tahun kematiannya sebentar lagi, apa kira-kira reaksi Ir Soekarno,  		salah satu Proklamator Republik Indonesia jika ia diberikan kesempatan  		untuk &#8220;bangkit kembali dari kuburnya&#8221; dan melihat situasi bangsa dan  		negara?</p>
<p>Tidak salah lagi, air mata Soekarno akan mengucur tiada hentinya. Banyak  		sekali yang akan ditangisinya, tetapi yang utama adalah hancurnya  		persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia pada saat ini.</p>
<p>Soekarno mewariskan bangsanya dengan berbagai ajaran yang digalinya  		sejak ia berjuang pada usia muda. Namun, jika kita teliti secara  		saksama, ajaran pokok yang selalu didengung-dengungkan hingga menjelang  		wafatnya adalah persatuan bangsa.</p>
<p>Tatkala memberikan sambutannya pada sidang kabinet 15 Januari 1966 di  		Istana Merdeka, Presiden Soekarno bercerita, &#8220;Aku ini dari kecil  		mula&#8230;yang menjadi gandrung saya bahkan yang saya derita untuknya, yang  		saya dimasukkan dalam penjara untuknya, yang saya dibuang di dalam  		pembuangan untuknya, bahkan pernah yang saya hampir-hampir saja didrel  		mati di Brastagi&#8230;untuk bangsa, Tanah Air, kemerdekaan dan negara&#8230;.  		Bangsa harus menjadi bangsa yang kuat dan besar. Oleh karena itulah  		belakangan ini selalu saya menangis, bahkan donder-donder, marah-marah.  		He, bangsa Indonesia, jangan gontok-gontokan!&#8221;</p>
<p>Persatuan Indonesia. Itulah cita-cita paling mendasar yang diperjuangkan  		oleh Soekarno. Ketika Pancasila masih dalam tahap draf, persatuan  		Indonesia dijadikan sila pertama. Tanpa persatuan, kata Soekarno, suatu  		bangsa mustahil bisa maju membangun dirinya. Ia kerap menyitir ucapan  		Arnold Toynbee bahwa &#8220;A great civilization never goes down unless it  		destroy itself from within&#8221;. Atau ucapan Abraham Lincoln yang tersohor  		itu, &#8220;A nation divided against itself, cannot stand&#8221;. Mana ada bangsa  		yang bisa bertahan jika terpecah belah di dalamnya?</p>
<p><strong>Disintegrasi total </strong><br />
Ketika kita mengenang 105 tahun (Soekarno lahir 6 Juni 1901) kelahiran  		Soekarno, Indonesia sesungguhnya sedang berjalan menuju kehancuran atau  		disintegrasi total. Faktor pokoknya karena bangsa ini hidup dalam  		situasi anomali atau valueless state. Di satu sisi kita sudah  		meninggalkan Pancasila sebagai pandangan hidup, walau teoritis masih  		mengakuinya sebagai ideologi, di sisi lain nilai penggantinya belum  		diformalkan. Memang kita sedang bereksperimen dengan liberalisme (plus  		kapitalisme sebagai anak kandungnya), tetapi banyak elemen masyarakat  		yang menolak ideologi tersebut.</p>
<p>Soekarno pasti tahu bahwa para penggantinya telah mengobrak-abrik semua  		jerih payah yang diperjuangkannya lebih dari setengah abad. Ketika ia  		&#8220;memberikan&#8221; Supersemar kepada Jenderal Soeharto, diktum pertamanya  		antara lain berbunyi &#8220;melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin  		Besar Revolusi&#8221;. Namun, Soeharto dengan bantuan para pemikir dari &#8220;Mafia  		Berkeley&#8221;, segera meninggalkan ajaran Trisakti Soekarno dengan merangkul  		liberalisme dalam pembangunan ekonomi. Akibatnya, semakin lama membangun  		dirinya, bangsa kita semakin bergantung pada utang luar negeri, suatu  		realita yang nyata-nyata mencederai &#8220;sakti&#8221; kedua dari Trisakti.</p>
<p>Setelah Soeharto jatuh, Habibie naik panggung. Di mata Soeharto, Habibie  		pun seorang pengkhianat. Semua orang tahu kalau Habibie anak didik  		Soeharto. Namun, Soeharto kabarnya menangis karena menilai Habibie  		menghancurkan apa yang sudah dibangunnya selama 30 tahun lebih. Dosa  		paling besar Habibie di mata Soeharto ialah menjalankan konsep otonomi  		daerah yang kebablasan. Menurut teori negara, dalam suatu unitary state  		(negara kesatuan), kekuasaan atau kewenangan kepada daerah sepenuhnya  		diatur oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Ketika daerah tingkat II diberikan otonomi seperti diatur dalam UU  		Otonomi Daerah yang dibuat pada rezim Habibie, kendali pusat terhadap  		daerah pun lemah. Akibatnya, daerah kemudian menjadi &#8220;raja-raja&#8221; yang  		setiap saat dapat menyepelekan perintah pusat. Nasionalisme kini  		berganti menjadi regionalisme. Peraturan daerah (perda) kadang lebih  		berkuasa daripada undang-undang sekalipun. Kini tidak kurang 20 daerah,  		baik tingkat I maupun II, yang sudah mengeluarkan perda yang bernapaskan  		asas lain dari Pancasila. Toh, pusat mendiamkan saja.</p>
<p>Pada era Habibie itu juga, persatuan Indonesia mulai digerogoti.  		Sejumlah elemen radikal yang sebelumnya diburu oleh Soeharto diberikan  		kebebasan untuk kembali ke Indonesia. Satu per satu organisasi  		kemasyarakatan berasaskan ajaran radikal berdiri. Teror bom mulai  		bermunculan di mana-mana.</p>
<p><strong>Quasi negara federal </strong><br />
Liberalisme seolah mencapai puncaknya pada era Gus Dur. Nama Irian Jaya  		diganti menjadi Papua. Gus Dur pun sempat menyatakan persetujuannya atas  		referendum di Aceh. Istilah &#8220;rakyat Aceh&#8221;, &#8220;rakyat Riau&#8221;, &#8220;rakyat  		Kalimantan Timur&#8221;, dan &#8220;rakyat Madura&#8221; dipakai bebas tanpa menyadari  		implikasinya terhadap pelaksanaan sila ke-2 Pancasila.</p>
<p>Ironisnya, Megawati Soekanoputri pun sebenarnya telah mengkhianati  		bapaknya sendiri. Dosa paling besar Ibu Mega, dari perspektif Pancasila  		dan ajaran Bung Karno, adalah sikapnya yang mendukung amandemen  		Undang-Undang Dasar 1945. Hasil empat kali amandemen UUD 1945 adalah  		puncak kemenangan dari unsur-unsur kekuatan, baik lokal maupun global,  		yang memang ingin memecah belah bangsa Indonesia.</p>
<p>Di bawah naungan &#8220;UUD 2002&#8243;, Indonesia sesungguhnya bukan lagi negara  		kesatuan, tetapi quasi negara federal. Di bawah pemerintahan Megawati  		juga, proses privatisasi digenjot habis-habisan. Hasilnya sudah  		sama-sama kita ketahui, sebagian besar perusahaan unggulan kita, baik  		swasta mupun BUMN, kini sudah dikuasai asing. Lagi-lagi suatu  		pengingkaran telanjang terhadap &#8220;sakti&#8221; kedua dari ajaran Trisakti Bung  		Karno.</p>
<p>Proses disintegrasi seolah mencapai momentum emas pada era pemerintahan  		Susilo Bambang Yudhoyono. Tindak anarkis dan menginjak-injak hukum yang  		kerap dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat dibiarkan saja.  		Penegakan hukum kian lemah. Tancapan pengaruh asing di bidang ekonomi,  		antara lain dimanifestasikan dalam kasus Blok Cepu dan pencemaran  		lingkungan oleh Newmont, semakin kokoh. Kedaulatan kita sebagai bangsa  		juga merosot. Kita sungguh tidak mengerti mengapa bantuan kemanusiaan  		Amerika untuk korban gempa Yogya harus dikawal oleh puluhan serdadu  		marinir berseragam yang bersenjata lengkap layaknya mau bertempur.</p>
<p>Ya, Soekarno pada usianya yang 105 tahun sedang menangis dari liang  		kuburnya karena melihat ajaran-ajarannya diinjak-injak oleh para  		penerusnya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=20&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/105-tahun-bung-karno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelora Politik Revolusioner</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/gelora-politik-revolusioner/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/gelora-politik-revolusioner/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan di Era Bung Karno Fase pertama pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1959) diwarnai semangat revolusioner, serta dipenuhi kemelut politik dan keamanan. Belum genap setahun menganut sistem presidensial sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, pemerintahan Bung Karno tergelincir ke sistem semi parlementer. Pemerintahan parlementer pertama dan kedua dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Pemerintahan Sjahrir dilanjutkan oleh PM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=10&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Pembangunan di Era Bung Karno</strong></h3>
<p>Fase pertama pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1959) diwarnai semangat  		revolusioner, serta dipenuhi kemelut politik dan keamanan. Belum genap  		setahun menganut sistem presidensial sebagaimana yang diamanatkan UUD  		1945, pemerintahan Bung Karno tergelincir ke sistem semi parlementer.  		Pemerintahan parlementer pertama dan kedua dipimpin oleh Perdana Menteri  		Sutan Sjahrir. Pemerintahan Sjahrir dilanjutkan oleh PM Muhammad Hatta  		yang merangkap Wakil Presiden.<br />
Kepemimpinan Bung Karno terus menerus berada di bawah tekanan militer  		Belanda yang ingin mengembalikan penjajahannya,  		pemberontakan-pemberontakan bersenjata, dan persaingan di antara  		partai-partai politik. Sementara pemerintahan parlementer jatuh-bangun.  		Perekonomian terbengkalai lantaran berlarut-larutnya kemelut politik.<br />
Ironisnya, meskipun menerima sistem parlementer, Bung Karno membiarkan  		pemerintahan berjalan tanpa parlemen yang dihasilkan oleh pemilihan  		umum. Semua anggota DPR (DPGR) dan MPR (MPRS) diangkat oleh presiden  		dari partai-partai politik yang dibentuk berdasarkan Maklumat Wakil  		Presiden, tahun 1945.<br />
Demi kebutuhan membentuk Badan Konstituante untuk menyusun konstitusi  		baru menggantikan UUD 1945, Bung Karno menyetujui penyelenggaraan Pemilu  		tahun 1955, pemilu pertama dan satu-satunya Pemilu selama pemerintahan  		Bung Karno. Pemilu tersebut menghasilkan empat besar partai pemenang  		yakni PNI, Masjumi, NU dan PKI.<br />
Usai Pemilu, Badan Konstituante yang disusun berdasarkan hasil Pemilu,  		mulai bersidang untuk menyusun UUD baru. Namun sidang-sidang secara  		marathon selama lima tahun gagal mencapai kesepakatan untuk menetapkan  		sebuah UUD yang baru.<br />
Menyadari bahwa negara berada di ambang perpecahan, Bung Karno dengan  		dukungan Angkatan Darat, mengumumkan dekrit 5 Juli 1959. Isinya;  		membubarkan Badan Konstituante dan kembali ke UUD 1945. Sejak 1959  		sampai 1966, Bung Karno memerintah dengan dekrit, menafikan Pemilu dan  		mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup.<br />
Pemerintahan parlementer yang berpegang pada UUD Sementara, juga jatuh  		dan bangun oleh mosi tidak percaya. Akibatnya, kondisi ekonomi  		morat-marit. Sementara itu, para pemimpin Masjumi dan PSI terlibat dalam  		pemberontakan PRRI/Permesta. Kemudian, Bung Karno membubarkan kedua  		partai tersebut.<br />
Pada fase kedua kepemimpinannya, 1959-1967, Bung Karno menerapkan  		demokrasi terpimpin. Semua anggota DPRGR dan MPRS diangkat untuk  		mendukung program pemerintahannya yang lebih fokus pada bidang politik.  		Bung Karno berusaha keras menggiring partai-partai politik ke dalam  		ideologisasi NASAKOM—Nasional, Agama dan Komunis. Tiga pilar utama  		partai politik yang mewakili NASAKOM adalah PNI, NU dan PKI. Bung Karno  		menggelorakan Manifesto Politik USDEK. Dia menggalang dukungan dari  		semua kekuatan NASAKOM.<br />
Namun di tengah tingginya persaingan politik Nasakom itu, pada tahun  		1963, bangsa ini berhasil membebaskan Irian Barat dari cengkraman  		Belanda. Saat itu yang menjadi Panglima Komando Mandala (pembebasan  		Irja) adalah Mayjen Soeharto.<br />
Tahun 1964-965, Bung Karno kembali menggelorakan semangat revolusioner  		bangsanya ke dalam peperangan (konfrontasi) melawan Federasi Malaysia  		yang didukung Inggris.<br />
Sementara, dalam kondisi itu, tersiar kabar tentang sakitnya Bung Karno.  		Situasi semakin runyam tatkala PKI melancarkan Gerakan 30 September  		1965. Tragedi pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut  		menimbulkan situasi chaos di seluruh negeri. Kondisi politik dan  		keamanan hampir tak terkendali.<br />
Menyadari kondisi tersebut, Bung Karno mengeluarkan Surat Perintah 11  		Maret 1966 kepada Jenderal Soeharto. Ia mengangkat Jenderal Soeharto  		selaku Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) yang  		bertugas mengembalikan keamanan dan ketertiban. Langkah penertiban  		pertama yang dilakukan Pak Harto, sejalan dengan tuntutan rakyat ketika  		itu, membubarkan PKI. (Selengkapnya baca: Pak Harto Terkait G-30-S/PKI?)<br />
Bung Karno, setelah tragedi berdarah tersebut, dimintai  		pertanggungjawaban di dalam sidang istimewa MPRS tahun 1967. Pidato  		pertanggungjawaban Bung Karno ditolak. Kemudian Pak Harto diangkat  		selaku Pejabat Presiden. Pak Harto dikukuhkan oleh MPRS menjadi Presiden  		RI yang Kedua, Maret 1968.<br />
Sementara pembangunan ekonomi, selama 22 tahun Indonesia merdeka,  		praktis dikesampingkan. Kalaupun ada, pembangunan ekonomi dilaksanakan  		secara sporadis, tanpa panduan APBN. Pembangunan dilakukan hanya dengan  		mengandalkan dana pampasan perang Jepang.<br />
Dari dana pampasan perang itu, Bung Karno membiayai pembangunan fisik,  		antara lain, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, Gedung Sarinah, Stadion  		Senayan, Bendungan Jatiluhur, Hotel Samudra Beach, Hotel Ambarukmo  		Yogyakarta, Bali Beach dan Sanur Beach di Bali.<br />
Juga memulai membangun Gedung MPR/DPR, Tugu Monas dan Masjid Agung  		Istiqlal yang kemudian dirampungkan dalam era pemerintahan Pak Harto.  		Emas murni di pucuk Monas yang tadinya disebut 35 kilogram ternyata  		hanya 3 kilogram, kemudian disempurnakan pada era pemerintahan Orde  		Baru.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=10&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/gelora-politik-revolusioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soekarno Menggugat</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/soekarno-menggugat/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/soekarno-menggugat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Asvi Warman Adam* Tidak banyak diketahui umum bahwa tahun 1965-1967 Presiden Soekarno sempat berpidato paling sedikit sebanyak 103 kali. Yang diingat orang hanyalah pidato pertanggungjawabannya, Nawaksara, yang ditolak MPRS tahun 1967. Dalam memperingati 100 tahun Bung Karno, tahun 2001 telah diterbitkan kumpulan pidatonya. Namun, hampir semuanya disampaikan sebelum peristiwa G30S 1965. Kumpulan naskah ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=8&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Asvi Warman Adam*</p>
<p>Tidak banyak diketahui umum bahwa tahun 1965-1967 Presiden Soekarno sempat        berpidato paling sedikit sebanyak 103 kali. Yang diingat orang hanyalah        pidato pertanggungjawabannya, Nawaksara, yang ditolak MPRS tahun 1967.        Dalam memperingati 100 tahun Bung Karno, tahun 2001 telah diterbitkan        kumpulan pidatonya. Namun, hampir semuanya disampaikan sebelum peristiwa        G30S 1965.</p>
<p>Kumpulan naskah ini diawali pidato 30 September 1965 malam (di depan        Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan, Jakarta) dan diakhiri pidato        15 Februari 1967 (pelantikan beberapa Duta Besar RI). Pidato-pidato Bung        Karno (BK) selama dua tahun itu amat berharga sebagai sumber sejarah. Ia        mengungkapkan aneka hal yang ditutupi bahkan diputarbalikkan selama Orde        Baru. Dari pidato itu juga tergambar betapa sengitnya peralihan kekuasaan        dari Soekarno kepada Soeharto. Di pihak lain, terlihat pula kegetiran        seorang presiden yang ucapannya tidak didengar bahkan dipelintir. Soekarno        marah. Ia memaki dalam bahasa Belanda.</p>
<p>Konteks pidato</p>
<p>Periode 1965-1967 dapat dilihat sebagai masa peralihan kekuasaan dari        Soekarno kepada Soeharto. Dalam versi pemerintah, masa ini dilukiskan        sebagai era konsolidasi kekuatan pendukung Orde Baru (tentara, mahasiswa,        dan rakyat) untuk membasmi PKI sampai ke akarnya serta pembersihan para        pendukung Soekarno.</p>
<p>Mulai tahun 1998 di Tanah Air dikenal beberapa versi sejarah yang berbeda.        Selain menonjolkan keterlibatan pihak asing seperti CIA, juga muncul        tudingan terhadap keterlibatan Soeharto dalam &#8220;kudeta merangkak&#8221;, yaitu        rangkaian tindakan dari awal Oktober 1965 sampai keluarnya Supersemar        (Surat perintah 11 Maret 1966) dan ditetapkannya Soeharto sebagai pejabat        Presiden tahun 1967. &#8220;Kudeta merangkak&#8221; terdiri dari beberapa versi        (Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, dan Subandrio) dan beberapa tahap.</p>
<p>Substansi pidato</p>
<p>Setelah peristiwa G30S, Soekarno berusaha mengendalikan keadaan melalui        pidato-pidatonya.</p>
<p>&#8220;Saya komandokan kepada segenap aparat negara untuk selalu membina        persatuan dan kesatuan seluruh kekuatan progresif revolusioner. Dua,        Menyingkirkan jauh-jauh tindakan-tindakan destruktif seperti rasialisme,        pembakaran-pembakaran, dan perusakan-perusakan. Tiga, menyingkirkan        jauh-jauh fitnahan-fitnahan dan tindakan-tindakan atas dasar perasaan        balas dendam.&#8221;</p>
<p>Ia juga menyerukan &#8220;Awas adu domba antar-Angkatan, jangan mau dibakar.        Jangan gontok-gontokan. Jangan hilang akal. Jangan bakar-bakar, jangan        ditunggangi&#8221;. Dalam pidato ia menyinggung Trade Commission Republik Rakyat        Tiongkok di Jati Petamburan yang diserbu massa karena ada isu Juanda        meninggal diracun dokter RRT. Padahal, beliau wafat akibat serangan        jantung. Soekarno menentang rasialisme yang menjadikan warga Tionghoa        sebagai kambing hitam.</p>
<p>Dalam pidato 20 November 1965 di depan keempat panglima Angkatan di Istana        Bogor BK mengatakan, &#8220;Ada perwira yang bergudul. Bergudul itu apa? Hei,        Bung apa itu bergudul? Ya, kepala batu.&#8221; Tampaknya ucapannya itu ditujukan        kepada Soeharto. Pada kesempatan yang sama Soekarno menegaskan, &#8220;Saya yang        ditunjuk MPRS menjadi Panglima Besar Revolusi. Terus terang bukan        Subandrio. Bukan Leimena…. Bukan engkau Soeharto, bukan engkau Soeharto,        dan seterusnya (berbeda dengan nama tokoh lain, Soeharto disebut dua kali        dan secara berturut-turut).</p>
<p>Mengapa Soekarno tak mau membubarkan PKI, padahal ini alasan utama        kelompok Soeharto menjatuhkannya dari presiden. Karena dia konsisten        dengan pandangan sejak tahun 1925 tentang Nas (Nasionalisme), A (Agama),        dan Kom (Komunisme). Dalam pidato ia menegaskan, yang dimaksudkan dengan        Kom bukanlah Komunisme dalam pengertian sempit, melainkan Marxisme atau        lebih tepat &#8220;Sosialisme&#8221;. Meskipun demikian Soekarno bersaksi &#8220;saya bukan        komunis&#8221;. Bung Karno juga mengungkapkan keterlibatan pihak asing yang        memberi orang Indonesia uang Rp 150 juta guna mengembangkan &#8220;the free        world ideology&#8221;. Ia berseru di depan diplomat asing di Jakarta,        &#8220;Ambassador jangan subversi.&#8221;</p>
<p>Tanggal 12 Desember 1965 ketika berpidato dalam rangka ulang tahun Kantor        Berita Antara di Bogor, Presiden mengatakan tidak ada kemaluan yang        dipotong dalam peristiwa di Lubang Buaya. Demikian pula tidak ada mata        yang dicungkil seperti ditulis pers.</p>
<p>Peristiwa pembantaian di Jawa Timur diungkapkan Soekarno dalam pidato di        depan HMI di Bogor 18 Desember 1965. Soekarno mengatakan pembunuhan itu        dilakukan dengan sadis, orang bahkan tidak berani menguburkan korban.</p>
<p>&#8220;Awas kalau kau berani ngrumat jenazah, engkau akan dibunuh. Jenazah itu        diklelerkan saja di bawah pohon, di pinggir sungai, dilempar bagai bangkai        anjing yang sudah mati.&#8221;</p>
<p>Dalam kesempatan sama, Bung Karno sempat bercanda di depan mahasiswa itu,        &#8220;saya sudah 65 tahun meski menurut Ibu Hartini seperti baru 28 tahun. Saya        juga melihat Ibu Hartini seperti 21 tahun.&#8221;</p>
<p>Gaya bahasa Soekarno memang khas. Ia tidak segan memakai kata kasar tetapi        spontan. Beda dengan Soeharto yang memakai bahasa halus tetapi tindakannya        keras. Di tengah sidang kabinet, di depan para Menteri, Presiden Soekarno        tak segan mengatakan &#8220;mau kencing dulu&#8221; jika ia ingin ke belakang . Ketika        perintahnya tidak diindahkan, ia berteriak &#8220;saya merasa dikentuti&#8221;. Pernah        pula ia mengutip cerita Sayuti Melik tentang kemaluannya yang ketembak.        Namun, di lain pihak ia mahir menggunakan kata-kata bernilai sastra, &#8220;Kami        menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar        tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja        keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita        demi pembelian cita-cita.&#8221;</p>
<p>Dalam pidato 30 September 1965 ia sempat mengkritik pers yang kurang tepat        dalam menulis nama anak-anaknya. Nama Megawati sebetulnya Megawati        Soekarnaputri, bukan Megawati Soekarnoputri. Demikian pula dengan Guntur        Soekarnaputra.</p>
<p>Di balik pidato</p>
<p>Apa yang disampaikan Soekarno dalam pidato-pidatonya merupakan bantahan        atas apa yang ditulis media. Monopoli informasi sekaligus monopoli        kebenaran adalah causa prima dari Orde Baru. Umar Wirahadikusumah        mengumumkan jam malam mulai 1 Oktober 1965, pukul 18.00 sampai 06.00 pagi,        dan menutup semua koran kecuali Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha.        Koran-koran lain tidak boleh beredar selama seminggu. Waktu sepekan ini        dimanfaatkan pers militer untuk mengampanyekan bahwa PKI ada di belakang        G30S.</p>
<p>Meski masih berpidato dalam berbagai kesempatan, pernyataan BK tidak        disiarkan oleh koran-koran. Bila Ben Anderson di jurnal Indonesia terbitan        Cornell mengungkapkan hasil visum et repertum dokter bahwa kemaluan        jenderal tidak disilet dalam pembunuhan di Lubang Buaya 1 Oktober 1965,        jauh sebelumnya Soekarno dengan lantang mengatakan, 100 silet yang        dibagikan untuk menyilet kemaluan jenderal itu tidak masuk akal.</p>
<p>Dalam pidatonya terdengar keluhan. Misalnya, di Departemen P dan K        orang-orang yang mendukung BK dinonaktifkan. Sebetulnya seberapa        drastiskah merosotnya kekuasaan yang dipegangnya?</p>
<p>Presiden Soekarno masih sempat melantik taruna AURI dan berpidato dalam        peringatan 20 tahun KKO. Paling sedikit Angkatan Udara, Marinir, dan        sebagian besar tentara Kodam Brawijaya masih setia kepada Bung Karno.        Tetapi kenapa ia hanya sekadar berseru &#8220;jangan gontok-gontokan        antarangkatan bersenjata&#8221;. Kenapa ia tidak memerintahkan tentara yang        loyal kepadanya untuk melawan pihak yang ingin menjatuhkannya?</p>
<p>Soekarno tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama bangsa. Dalam skala        tertentu, yang tidak diharapkan Bung Karno itu telah terjadi setelah ia        meninggal . Demikian pula yang kita lihat hari ini di Aceh. Sebuah wilayah        yang pada tahun 1945 para ulamanya menyerukan rakyat mereka untuk berdiri        di belakang Bung Karno.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=8&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/soekarno-menggugat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bung Karno sebagai Guru Bangsa</title>
		<link>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-sebagai-guru-bangsa/</link>
		<comments>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-sebagai-guru-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 20:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Nurdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Bing Karno]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsoekarno.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Baskara T Wardaya Di antara banyak predikat yang telah diberikan kepada Bung Karno, patutlah kiranya pada peringatan ulang tahunnya yang ke-102 ini ia juga dikenang sebagai guru bangsa. Sebagai pencetus maupun komunikator, banyak pemikiran penting telah menjadi sumbangan pendidikan tak terhingga bagi negara-bangsa ini. Layaknya seorang guru yang cakap, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan penting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=6&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Baskara T Wardaya</p>
<p>Di antara banyak predikat yang telah diberikan kepada Bung Karno, patutlah        kiranya pada peringatan ulang tahunnya yang ke-102 ini ia juga dikenang        sebagai guru bangsa. Sebagai pencetus maupun komunikator, banyak pemikiran        penting telah menjadi sumbangan pendidikan tak terhingga bagi        negara-bangsa ini.</p>
<p>Layaknya seorang guru yang cakap, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan        penting dengan lancar, penuh imajinasi, dan komunikatif. Di tangannya,        topik-topik bahasan yang sebenarnya berat menjadi gampang dicerna, mudah        dipahami masyarakat luas.</p>
<p>Ingat, misalnya, saat secara berkala pada tahun 1958-1959 ia memberikan        rangkaian &#8220;kuliah&#8221; guna menjelaskan kembali sila demi sila dari Pancasila        sebagai dasar negara, masing-masing satu sila setiap kesempatan &#8220;tatap        muka.&#8221; Pada 26 Mei 1958 ia memulai rangkaian itu dengan memberi kuliah        tentang pengertian umum Pancasila. Setelah menyampaikan penjelasan tentang        berbagai bentuk kapitalisme dan perlawanan terhadapnya, ia menekankan        bahwa Pancasila bukan hanya merupakan pandangan hidup, melainkan juga alat        pemersatu bangsa.</p>
<p>Kuliah pembukaan itu disusul kuliah-kuliah serupa lain yang biasanya        diadakan di Istana Negara dan disiarkan langsung melalui radio ke seluruh        penjuru Tanah Air. Berbeda dengan pidato-pidato Bung Karno di depan massa        yang biasanya berapi-api membakar semangat rakyat, kuliah-kuliah ini        berjalan lebih rileks dan komunikatif.</p>
<p>Dengan kuliah-kuliah itu tampaknya Bung Karno ingin sekaligus        mengingatkan, Istana Negara bukan tempat sangar atau sakral yang hanya        boleh dimasuki presiden dan pejabat maha penting negeri ini, tetapi Istana        milik rakyat, tempat masyarakat belajar mengenai banyak hal, termasuk        dasar negara. Ia ingin menjadikan Istana (dan mungkin Indonesia umumnya)        sebagai &#8220;ruang kuliah&#8221; di mana terselenggara proses belajar-mengajar        antara masyarakat dan pemimpinnya.</p>
<p><strong>Teori dan praksis</strong></p>
<p>Dari teori-teori filsafat dan politik serta acuan-acuan historis yang        digunakan dalam mengurai sila-sila Pancasila, tampak pengetahuan Soekarno        amat luas dan dalam. Dalam uraian-uraiannya, tidak jarang ia menyitir        pikiran Renan, Confusius, Gandhi, atau Marx. Dengan begitu, ia seolah        ingin menunjukkan dan memberi contoh, tiap warga negara perlu terus        memperluas pengetahuannya. Meski ia sendiri sebenarnya dididik sebagai        orang teknik, namun amat akrab dengan ilmu-ilmu sosial, terutama filsafat,        sejarah, politik, dan agama.</p>
<p>Dalam salah satu kuliahnya Bung Karno menyinggung kembali pertemuan dan        dialognya dengan petani miskin Marhaen. Dialog sendiri sudah berlangsung        jauh sebelumnya, tetapi ia masih mampu mengingat dan menggambarkan amat        jelas. Ini menandakan, Soekarno menaruh perhatian pada perjumpaannya        dengan wong cilik, rakyat jelata, dan ingin menjadikannya sebagai titik        tolak perjuangan bersama guna membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu        kemiskinan dan ketidakadilan. Baginya retorika memperjuangkan rakyat yang        tidak disertai perjumpaan-perjumpaan langsung dengan rakyat adalah omong        kosong.</p>
<p>Dengan kata lain, sebagai guru bangsa ia tak suka hanya berkutat di dunia        teori, tetapi juga menceburkan diri ke realitas kehidupan sehari-hari        bangsanya. Bung Karno selalu berupaya keras mempertemukan &#8220;buku&#8221; dengan        &#8220;bumi,&#8221; menatapkan teori-teori sosial-politik dengan realitas keseharian        manusia Indonesia yang sedang ia perjuangkan.</p>
<p>Bung Karno terus mempererat kaitan teori dan praksis, refleksi dan aksi.        Mungkin inilah salah satu faktor yang membedakannya dari pemimpin lain,        baik yang sezamannya maupun sesudahnya.</p>
<p>Perlu diingat, lepas dari apakah orang setuju atau tidak dengan uraian dan        gagasannya, satu hal tak dapat diragukan tentang Soekarno: ia bukan        seorang pejabat yang korup. Sulit dibayangkan, Soekarno suka menduduki        posisi-posisi tertentu di pemerintahan karena ingin mencuri uang rakyat        atau menumpuk kekayaan untuk diri sendiri.</p>
<p>Perjuangan Soekarno adalah perjuangan tulus, yang disegani bahkan oleh        orang-orang yang tak sepaham dengannya. Karena itu, tak mengherankan        betapapun ruwetnya ekonomi Indonesia di bawah pemerintahaannya, tak        terlihat kecenderungan pejabat-pejabat pemerintah di zaman itu yang tanpa        malu korupsi atau berkongkalikong menjual sumber-sumber alam milik rakyat.</p>
<p><strong>Absennya guru-guru lain</strong></p>
<p>Bagaimanapun juga, sebagai seorang manusia Bung Karno bukan tanpa        kelemahan. Dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara, misalnya, ia tampak        &#8220;menikmati&#8221; posisinya sehingga ada kesan ia tak lagi menempatkan diri        sebagai seorang pelayan publik dalam tata masyarakat demokratis. Sebagai        presiden seharusnya ia menyadari kedudukannya sebagai seseorang yang        menjabat sejauh rakyat memberi mandat padanya, itu pun disertai batasan        masa jabatan tertentu.</p>
<p>Rupanya Bung Karno tidak terlalu menghiraukan hal itu. Karenanya ketika        tahun 1963 diangkat sebagai presiden seumur hidup, ia tidak menolak.</p>
<p>Sebagai seorang guru yang memandang negerinya sebagai sebuah &#8220;ruang        kuliah&#8221; raksasa dan rekan-rekan sebangsanya sebagai &#8220;murid-murid&#8221; yang        patuh, terkesan Bung Karno tak memerlukan adanya &#8220;guru-guru&#8221; lain. Ia tak        keberatan akan keberadaan mereka, tetapi-sadar atau tidak-&#8221;gaya        mengajar&#8221;-nya mendorong tokoh-tokoh lain yang potensial untuk juga menjadi        guru bangsa terpaksa menyingkir atau tersingkir.</p>
<p>Kita belum lupa ketika pada 1 Desember 1956 Bung Hatta mengundurkan diri        dari jabatan Wakil Presiden. Kita juga masih ingat bagaimana orang-orang        dekat Bung Karno-seperti Sjahrir, Amir Syarifuddin, Tan Malaka, Moh        Natsir, dan lainnya-satu per satu menjauh darinya.</p>
<p>Pada pertengahan 1950-an rupanya perhatian Bung Karno yang begitu besar        kepada posisinya sendiri membuatnya kurang menyadari bahwa dampak Perang        Dingin telah kian jauh merasuki Indonesia. Kemenangan PKI dalam Pemilu        1955 dan pemilu daerah tahun 1957, misalnya, telah benar-benar        mempengaruhi perhatian dan kebijakan para pelaku utama Perang Dingin        terhadap Indonesia.</p>
<p>Di satu pihak, Cina dan Uni Soviet menyambut kemenangan itu dengan gembira        karena menandakan kian meluasnya komunisme di Indonesia. Di lain pihak,        bagi AS dan sekutunya, kemenangan itu meningkatkan ketakutan mereka bahwa        Indonesia akan &#8220;lepas&#8221; dari lingkaran pengaruh Barat. Dalam pola pikiran        teori domino, lepasnya Indonesia akan berarti terancamnya        kepentingan-kepentingan Barat di Asia Tenggara.</p>
<p>Sedikit demi sedikit panggung ketegangan pun dibangun. Tahun 1965-1966        panggung itu dijadikan arena pertarungan berdarah antara PKI dan        unsur-unsur bersenjata yang didukung Barat. Bung Karno sadar, tetapi        terlambat. Dengan gemetar ia terpaksa menyaksikan ratusan ribu rakyat yang        ia cintai dibantai secara terencana dan brutal.</p>
<p>Sedikit demi sedikit ia dijepit. Akhirnya guru bangsa yang besar ini        disingkirkan dari panggung kekuasaan. Ia pun wafat sebagai seorang tahanan        politik yang miskin, di negeri yang kemerdekaannya dengan gigih ia        perjuangkan.</p>
<p>Akhir hidup Bung Karno memang memilukan. Tetapi ajaran-ajarannya sebagai        guru bangsa tetap relevan dan penting untuk negara-bangsa ini. Orang dapat        belajar tidak hanya dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari tindakan,        berikut keunggulan dan kelemahannya. Kita berharap kaum muda negeri ini        tak jemu untuk terus belajar dari sejarah, termasuk dari Bung Karno        sebagai guru bangsa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsoekarno.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsoekarno.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsoekarno.wordpress.com&amp;blog=6492716&amp;post=6&amp;subd=irsoekarno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsoekarno.wordpress.com/2009/02/08/bung-karno-sebagai-guru-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e569dc2c4980239747c4bd6732a8ed5d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
